Rabu, 03 Agustus 2011

GAMBARAN PENGETAHUAN REMAJA MENGENAI DAMPAK NARKOBA TERHADAP KESEHATAN REPRODUKSI DI SMA NEGERI 2 PANYABUNGAN UTARA

BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang
Beberapa tahun ini dunia menjadi resah, narkoba yang berdampak negatif bagi individu baik secara fisik maupun psikis tentu saja bisa mengancam hari depan umat manusia di beberapa belahan dunia.
WHO bekerja sama dengan komite ahli ketergantungan obat coba menggolong-golongkan jenis obat berdasarkan tingkat kecenderungan, efek samping, dan bahannya, yang kemudian akan dijadikan bahan masukan bagi kebijaksanaan Komisi Narkotika (CND) karena masalah narkotika bisa dikategorikan sebagai soal kemasyarakatan, efeknya, bukanlah mengobati masyarakat melainkan justru sebaliknya merusak kesehatan masyarakat. (Saukani, 2008)
Ditahun 1909 peredaran opium (candu) telah meluas di berbagai Negara. Sesudah terbentuknya komisi opium Internasional, beberapa Negara dunia telah berkali-kali mengadakan pertemuan konvensi opium Internasional yang intinya mengatur dan membatasi secara ketat peredaran opium. Opium hanya boleh diproduksi secara terbatas oleh pemerintahan di sebuah Negara, terutama untuk kemajuan ilmu pengetahuan dan tujuan pengobatan. (Arif, H. 2007)
Sekitar tahun 1500, bangsa Spanyol bahwa kokain kini boleh dihisap oleh siapa saja yang meminatinya, hanya dengan mengunyah daun kokain, mampu menahan lapar dari pagi sampai petang. Di Eropa, tanaman kokain dipromosikan sebagai tonikum dan obat kuat. Selain itu juga dipakai untuk obat pusing, rematikd an penyakit jantung. Di Amerika, daun koka pernah diproses secara besar-besaran untuk membuat minuman terkenal yang bernama coca-cola.
Di Indonesia narkotika dan obat-obatan berbahaya (narkoba) telah menjangkiti segala lapisan masyarakat, terutama generasi muda. Keberadaan narkoba mengancam hari depan uman manusia, dari waktu ke waktu narkoba mengalami peningkatan, baik dari aspek kualitas maupun kuantitasnya.
(Arif. H. 2007)
Menurut ketua therapeutik communities Indonesia (BCI) Inten Soeweno, dari 4 juta korban narkoba di Indonesia setengahnya ada di Jakarta. Sekolah lanjutan tingkat pertama, dan sekolah menengah umum di DKI Jakarta, membuat para orang tua murid resah kekhawatiran orang tua murid itu wajar jika melihat data jumlah pemakai narkoba yhang terus meningkat terutama di Jakarta. Data mulai Januari hingga April 2003 manunjukkan jumlah kasus yang ditangani Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya mencapai 143 kasus, di Sumatera Utara (Medan) sudah banyak kasus penyalahgunaan narkoba dan obat-obatan berbahaya yang menimpa siswa sekolah dasar, sekolah lanjutan tingkat pertama dan sekolah umum. (Burhanuddin, 2008)
Dampak dari penyalahgunaan narkoba ini bisa mengakibatkan kecanduan. Kecanduan inilah yang akan mengganggu fisik dan psikologis, karena terjadinya kerusakan pada system syaraf pusat (SSP) dan organ-organ tubh seperti janbtung, paru-paru, hati dan ginjal. (Aristo, 2007)
Dengan semakin meningkatnya para pengguna narkoba sedikit banyaknya ada kaitannya dengan pengetahuan remaja mengenai masalah kesehatan reproduksi masih relative rendah, kekurang pahaman remaja tentang Kesehatan Reproduksi Remaja (KRR) bukan semata-mata kegagalan mereka. Namun informasi yang tersedia jauh dari cukup, akses kepada pusat informasi dan konsultasi remaja juga masih terbatas. Untuk usia 15 – 24 tahun pengetahuan laki-laki hanya 46,1% dan pengetahuan perempuan hanya sekitar 43,1% (SKRRI, 2002 – 2003). Dari data lain diketahui hanya 55% remaja yang mengetahui proses kehamilan dengan benar, 42% mengetahui HIV/ AIDS dan hanya 24% mengetahuai tentang PMS (Basaline survey, 1999), tidak mengherankan bila kemudian dampak dari kebutuhan dan minimnya informasi remaja tersebut menimbulkan berbagai persoalan di kalangan remaja, mulai dari soal narkoba, HIV/ AIDS sampai hubungan seks pra nikah. (Dinkes, 2007)
Dari hasil survei awal yang peneliti lakukan di SMA Negeri 2 Panyabungan Utara Kabupaten Mandailing Natal sebanyak 13 orang.
Dari latar belakang di atas maka saya ingin meneliti tentang gambaran pengetahuan remaja mengenai dampak narkoba terhadap kesehatan reproduksi.





1.2. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas penulis merumuskan permasalahan sebagai berikut “Bagaimanakah pengetahuan remaja mengenai dampak narkoba terhadap kesehatan reproduksi?”.
1.3. Tujuan Penelitian
1.3.1. Tujuan Umum
Untuk mengetahui Gambaran Pengetahuan Remaja Mengenai Dampak Narkoba Terhadap Kesehatan Reproduksi di SMA NEGERI 2 Panyabungan Utara Kabupaten Mandailing Natal Tahun 2010.
1.3.2. Tujuan Khusus
1. Untuk mengetahui gambaran pengetahuan remaja mengenai dampak narkoba terhadap kesehatan reproduksi berdasarkan pekerjaan orangtua
2. Untuk mengetahui gambaran pengetahuan remaja mengenai dampak narkoba terhadap kesehatan reproduksi berdasarkan jenis kelamin.
3. Untuk mengetahui gambaran pengetahuan remaja menganai dampak narkoba terhadap kesehatan reproduksi berdasarkan sumber informasi.



1.4. Manfaat Penelitian
1.4.1. Bagi Peneliti
Dapat menambah wawasan dan pengetahuan khususnya bagi penulis dan pembaca pada umumnya tentang pengetahuan remaja mengenai dampak narkoba terhadap kesehatan reproduksi.
1.4.2. Bagi Akademik
Merupakan refrensi di perpustakaan Akademi Kebidanan Armina Centre Panyabungan.
1.4.3. Bagi Instansi SMA NEGERI 2 Panyabungan Utara
Dapat digunakan sebagai masukan dan informasi bagi siswa-siswi dan semua pihak di SMA NEGERI 2 Panyabungan Utara
1.4.4. Bagi Peneliti Selanjutnya
Penelitian ini sebagai bahan acuan atau referensi untuk penelitian perkembangan lanjut yang berhubungan dengan dampak narkoba terhadap kesehatan refroduksi.




BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Pengetahuan
Pengetahuan adalah merupakan hasil dari tahu setelah orang melakukan penginderaan terhadap suatu objek tertentu. Penginderaan terjadi melalui penginderaan terhadap manusia, yaitu indera penglihatan, pendengaran, penciuman, rasa dan raba, sebagian besar pengetahuan manusia diperoleh melalui mata dan telinga. Pengetahuan (kognitif) merupakan domain yang sangat penting untuk terbentuknya tindakan seseorang (Notoatmodjo, 2003).
Dalam diri seseorang terjadi proses dalam perubahan perilaku, yaitu:
1. Awarness (kesadaran) dimana responden menyadari dalam arti mengetahui terlebih dahulu stimulus (objek).
2. Interest, dimana responden mulai tertarik pada stimulasi.
3. Evaluation, menimbang-nimbang apakah stimulasi baik untuk dirinya. Hal ini berarti sikap responden sudah lebih baik lagi.
4. Trial, dimana responden sudah memulai perilaku baru.
5. Adaption, dimana responden sudah berperilaku baik sesuai dengan pengetahuan kesadaran dan sikap terhadap stimulus.

Lebih Lengkapnya Klik Downloads Dibawah Ini,....
download askeb, kti bidan

0 komentar:

Poskan Komentar